Pages

11.13.2009

Calo CPNS itu Bohong

Nov 2nd, 2009 by BatubaraNews
Gubsu Sangkal Jatah Pejabat 20 Persen,

MEDAN-METRO; Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin SE meminta kepada masyarakat yang mengikuti seleksi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemprovsu dan Peko/Pemkab lainnya, agar jangan mau dibohongi para calo CPNS. Pasalnya, calo yang mengaku- ngaku dapat memuluskan seseorang jadi PNS adalah bohong belaka dan modusnya hanya untung-untungan.
�Saya menegaskan kembali kepada masyarakat yang mengkuti CPNS di Pemprovsu dan yang lainnya, agar tidak mau terprovokasi oleh calo yang mengaku dapat memuluskan jalan menuju PNS, apalagi yang mengajukan syarat membuka tabungan atas nama si calo,� tegas Gubsu, usai pengukuhan kepengurusan ORARI daerah Sumut di Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Minggu (1/11).,br/>
Gubsu mengaku, belakangan ini banyak masyarakat yang mengikuti testing CPNS yang mempertanyakan kepadanya tentang pembukaan rekening terkait CPNS. Padahal, tegas Gubsu, itu hanya modus para calo untuk meraup untung. �Ada calo yang mengaku-ngaku bisa memuluskan jalan menuju PNS, dengan modus membuka rekening atau buka tabungan atas nama si calo,� kata Gubsu.

Kalau si pelamar CPNS lulus, uangnya raib. Sementara jika tidak lulus, uang itu akan dipotong dengan alasan uang administrasi. Padahal sebenarnya, tidak ada kuasa si calo untuk meluluskan si pelamar, melainkan hanya untung-untungan.

Gubsu mengharapkan agar masyarakat jangan dipermainkan. Dan mereka yang mengikuti testing CPNS agar mengikuti dengan tulus hati, jangan dengan menggunakan jalur calo. �Kasihan rakyat jika dibohongi soal CPNS,� tukasnya.
Sangkal Jatah Pejabat
Ditanya mengenai informasi tentang 20 persen jumlah CPNS yang diterima adalah jatah para pejabat, Gubsu menyangkal dengan tegas. �Itu informasi bohong. Satu persen pun tidak bisa. Saya bertanggung jawab penuh sampai dunia akhirat ,� terangnya.

Gubsu menyebutkan, proses kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara, mulai dari pembuatan soal, seleksi hasil ujian, proses pemeriksaan ujian, hingga pengumuman pemenang, seluruhnya diserahkan kepada pihak USU.

Karena itu, celah kecurangan dalam penerimaan CPNS, khususnya di Pemprovsu dan Pemko/Pemkab lain yang bekerja sama dengan USU, menurut Gubsu, sama sekali tidak ada. �Kalau masyarakat mau dibohongi, maka kecurangan akan ada. Sebaliknya jika masyarakat tidak mau dibohongi, maka kecurangan tidak ada,� tegasnya. (kali)
http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Calo_CPNS_Itu_Bohong
Read more......

11.01.2009

Syeikh Muhammad Zein: Ulama Kharismatik Batu Bara


Jafar S.Ag

A. Sejarah Singkat Syeikh Muhammad Zein

Mungkin baru kali ini seorang tokoh ulama yang berasal (baca : kelahiran Batu Bara) ditulis sejarahnya. Walaupun pada hakikatnya banyak yang mengenal namanya, namun sejarahnya di masyarakat sangat minim dimiliki oleh masyarakat.

Pada kesempatan ini saya ingin mengungkapkan kembali sejarah hidup Syeikh tersebut, walaupun sumber data untuk membuat tulisan ini sangat minim.Karena belum ada penelitian yang dilakukan sebelumnya.Inilah yang pertama kali yang membuat penulis menjadi ragu untuk menulisnya. Namun berkat kesungguhan, penulis dapat memberikan sedikit pencerahan kepada masyarakat tentang sejarah beliau.

Nama asli Muhammad Zein adalah Muhammad Nurdin. Kata "Zein" beliau tambahkan pada saat melakukan ibadah haji ke baitullah. sehingga beliau selalu menyebutnya dalam karya tulisannya adalah Muhammad Zein Nuruddin al-Alim as-Syaikh Abbas Al-Imam al-Khalidi bin Haji Muhammad Lashub bin Haji Abdul Karim Tuan Fakih Negeri Batu Bara, Pesisir. Namun beliau lebih akrab dikenal dengan nama Syeikh Muhammad Zein.

Beliau dilahirkan ibunya - Hajjah Shofiah - di Desa Dahari Selebar, yang sekarang di wilayah Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, pada tahun 1881 atau sekitar 1301 Hijrah. Hingga saat ini belum diketahui tanggal dan bulan yang pasti tetang kelahiran beliau. Beliau dibesarkan didaerah kelahirannya dibawah pengawasan dan didikan ayahnya, al-Alim Syeikh Abbas al-Khalidy, yaitu seorang penganut Tarikat Naqsabandy al-Khalidiy yang kuat. Pertama sekali Syeikh Muhammad Zein mempelajari ilmu agama - seperti baca al-quran, tata bahasa arab dan ilmu agama Islam lainnya - melalui ayahnya. Perhatian khusus dan kecemerlangan otaknya, maka beliau dapat menguasai buku-buku karangan al-Asy'ari dan al-Ghazali. Madzhab Syafii adalah merupakan madzhab anutannya dalam bidang fikih. Inilah yang menyebabkan sehingga karangan dan pemahaman beliau boleh dikatakan terikat dengan madzhab al-asyáry dalam bidang teologi dan madzhab Syafii dalam bidang fikih.

Pada tahun 1901 M beliau berangkat menuntut ilmu ditanah Malaya (Malaysia), dan bermukim disana selama dua tahun. Kenudian kembali ke Sumatera. setahun lamanya di Sumatera beliau berangkat menunaikan ibadah haji. Namun setelah pelaksanaan haji ini, beliau tidak langsung pulang ke tanah air. beliau bermukim di Mekah selama 8 (delapan) tahun. Beliau belajar di Mekah dengan para ulama ulama disekitar Masjidil Haram.

Setelah itu beliau kembali ketanah air dan dijodohkan dengan seorang puteri Pesisir, yang bernama Kemala Intan. Setelah meaksanakan rukun Islam yang ke lima, Kumala Intan, ditambah namanya menjadi Kumala Intan hajjah fatimah binti Haji Muhammad Tayyib Idris.

Setelah setahun di kampung halamannya, beliau kembali ke Mekkah. Kemudian kembali lagi ketanah air. Kali ini beliau berhasrat untuk memboyonh isterinya ke Mekkah. Namunkarena tidak disetujui orangtua dan mertuanya, bekiau mengurungkan niatnya. Beliau kembali ke Mekkah, selama setahun beliau kembali lagi dengan membawa kitab-kitab yang beliau baca dan pelajarinya di Mekkah.

Beberapa tahun menetap di Pesisir Dahari Selebar (sekarang : Kecamatan Talawi), beliau diangkat menjadi qadhi agama Islam oleh pemerintahan setempat, yang pada masa itu dikepalai oleh Datu Pesisir, Batu Bara. Kepada Syeikh Muhammad Zein inilah orang pada saat itu belajar agama dan meminta fatwa tentang hukum Islam. Beliau sempat mengambil sumpah pengukuhan jabatan Datuk Abdul Jalil sebagai Datuk menggantikan Datuk Peisir yang telah habis masa jabatannya (pensiun).

Beberapa lama kemudian, terjadi kesalahpahaman antara beliau dengan datuk Abdul Jalil dalam suatu permasalahan, maka Syeikh Muhammad Zein mengundurkan diri dari jabatan qadhi. Dan karena tidak puas dengan pemerintahan seteempat maka beliau meninggalkan daerah kelahirannya ini menuju ke Kerajaan Indrapura, tepatnya di kampung Mualim sebagai tempat bermukimnya (sekarang adalah wilayah Desa Lalang Kecamatan Medang Deras. Pada saat itu kerajaan Sipare Indrapura diperintah oleh seorang raja yang bergelar Tengku Bungsu. Beliau Menetap disini sampai akhir hayatnya dengan mengadakan kegiatan dakwah. Atas prakarsa beliau bersama dengan masyarakat mendirikan masjid Mualim yang sekarang berada di Desa Lalang. Disinilah beliau memusatkan kegiatan dakwahnya dalam menyampaikan ajaran Islam.
Read more......